#adslayoutleft { position:fixed; top:10px; margin-left :335px; float:left; z-index:10; } #adslayoutleft .iklankiri { float:right; clear:both; } #adslayoutleftright { float:right; position:fixed; top:10px; margin-left:-800px; z-index:10; } #adslayoutleftright.iklankanan { float:left; clear:both; }

Kamis, 27 Desember 2012

Apa bangsa ini menyadari?


Apa bangsa ini menyadari?
Manusia belajar dari apa yang mereka lihat, dengar dan mereka lakukan. Manusia belajar dari lingkungan sekitar seperti yang terjadi pada bayi yang baru lahir, belajar berjalan seperti apa yang dia lihat dari oang sekitar.
Tapi bagaimana dengan Negara ini? Negara kita ini orang-orangnya juga belajar dari apa yang mereka lihat, dan mereka dengan serta mereka rasakan seperti yang dicontohkan oleh lingkungan sekitar mereka. Cita-cita Negara kita mungkin memang sangat tinggi tapi kalau orang orang yang berada di dalam Negara tersebut tak diberi contoh yang sesuai dengan cita-cita sudah pasti hal itu akan menjadi sesuatu yang sulit.
            Perhatikan apa yang setip hari oarng Indonesia konsumsi mulai dari ketika mereka membuka mata setiap pagi hingga mereka menutup mata pada malam hari hampir semua yang mereka lihat dari Koran yang mereka baca, yang mereka dengar dari radio atau yang mereka liaht sekaligus dengar dari media elektronik seperti TV semuanya kebanyakan berisi berita yang membuat orang menjadi meresa tidak aman, ditanamkan rasa takut dan kehawatiran melalui media tersebut terutama berita –berita yang tak dapat di pungkiri memiliki prosentae berisi kabar buruk dan membuat oang khawatir lebih banyak dari pada kabar baik yang membuat orang merasa  bahagia. Berita-berita yang di ekspos berisi kejahatan kejahatan yang secara tidak langsung akan menjadi contoh bagi orang yang melihat berita tersebut di tambah lagi dengan beberapa pencari berita yang memiliki semboyan yang sangat fenomenal yaitu “bad news is good news”
Itulah yang membuat bangsa dan Negara kita yang semakin banyak penduduknya menjadi semakin tak terkendali dalam hal tingkah laku, itu semua tak luput dari profokasi media masa, “bukankah kami mengabarkan sesuatu yang benar-benar terjadi apa itu salah?” tidak, saya tidak mengatakan mengabarkan hal yang sebenarnya itu salah tapi seperti yang saya katakan tadi, bahwa orang belajar dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar dan ketika  yang mereka dengar dan lihat adalah suatu berita yang membuat mereka merasa takut dan tidak nyaman maka itu yang akan mereka rasakan mereka menjadi orang penakut dan hidup dalam kekahwatiran
“Bukankah hal yang kami beritakan itu merupakan pelajaran untuk orang lain?”
Memang benar yang kau kabarkan dapat menjadi pelajaran bagi oarng lain, tapi palajaran yang kau lebih lebihkan itubukan lagi menjadi pelajaran, tapi profokasi oleh media ke orang yang sebenarnya tak membutuhkan nya. bukankah itu hanya akan membuat oranag lain menjadi beranggapan bahwa bangsa ini sudah menjadi bangsa yang tidak baik padahal sebenarnya bangsa ini masih merupakan bangsa yang ramah dan damamai hanya karena yang di ekpose adalah yang buruk maka yang terlihat adalah yang buruk saja sehingga orang yang tidak tahu menahu tentang hal itu akan menganggap bahwa bangsa ini sudah menjadi bangsa yang kacau

Berpikirlah untuk Bangsa dan Negara ini!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar