CINTA
MATI?
Banyak orang berkata “Jika aku
tak bisa memilikimu lebih baik aku mati”, apakah ini berarti CINTA adalah
pembunuh? Mungkin bagi sebagian orang yang tidak mengerti memang “ya”, tapi
bagiku tidak.
Menurutku Cinta itu menjadikan
bahagia, senang, dan merasa berharga. Lihatlah dimana cinta berada!. Pada pernyataan
“Aku Cinta Kamu” terlihat bahwa “Cinta” itu berada di antara “Aku” dan “Kamu”
tapi kebanyakan orang tak melihatnya,
mereka tidak berfokus pada kata “Cinta” yang membuat mereka bahagia tapi
berfokus pada kata “Kamu” dalam artian
kamu harus jadi milikku.
Banyak yang kecewa, sedih,
stress, ada yang sampai bunuh diri. Hal itu terjadi karena mereka
berkonsentrasi pada “kamu” bukan pada “cinta”. Bukannya bersyukur karena dapat
merasakan “cinta”, mereka malah berfokus pada “kamu” dan menganggap memiliki “kamu”
(orang yang di cinta) adalah solusi dari pernyataan “ Aku Cinta Kamu”.
"Aku Cinta Mati” sering
terdengar di telinga tapi mereka yang mengatakan hal itu tak sadar bahwa bukan cinta
yang membuat kata “Mati” ada di sana, tapi “kamu” yang bergeser akibat respon
dari “cinta” yang tak terarah dengan benar telah mengaburkan antara “mati” atau “kamu”. Mereka
seolah-olah melihat “kamu” tapi sebenarnya pandangan merka telah kabur kearah “mati”,
jadi dengan sedikit kekecewaan atas penolakan dari “kamu” akan membuatnya
benar-benar mati.
Bukan “cinta” yang membuat “mati”
tapi reaksimu terhadap penolakan atas tidak bisa memiliki “kamu” yang jadi
penyebabnya , seperti kata Stepen R. Covey “bukan apa yang terjadi pada kita, melainkan
respon kita terhadap apa yang terjadi pada kitalah yang menyakiti kita”.
Jadi intinya bukan “cinta “yang
membuat kita “mati” tapi respon terhadap “cinta” yang mengarah ke “kamu” yang telah
membunuhmu karena kekecewaanmu telah menggantikan “kamu’ menjadi “mati”.
Oleh:
Cipto suhari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar