#adslayoutleft { position:fixed; top:10px; margin-left :335px; float:left; z-index:10; } #adslayoutleft .iklankiri { float:right; clear:both; } #adslayoutleftright { float:right; position:fixed; top:10px; margin-left:-800px; z-index:10; } #adslayoutleftright.iklankanan { float:left; clear:both; }

Minggu, 10 Juni 2012

Curhat? Perlu Gak Sich?


Curhat?  perlu gak sich?
Di dunia ini, setiap orang pasti memiliki masalah, entah itu besar atau kecil dan tak semua masalah itu terselesaikan dengan mudah apa lagi yang ada hubungannya dengan perasaan seseorang yang cenderung tak terduga dan sulit diprediksi.

Semua masalah yang mereka pendam pasti ingin dikeluarkan, tapi bagaimana caranya ? curhat! Ya! Curhat adalah solusi yang dapat digunakan ,,, eit tapi tunggu dulu, menurutku ada tiga jenis curhat yang dapat digunakan,  yaitu curhat kepada Tuhan, curhat kepada orang lain, dan curhat lewat  tulisan.

Pertama –tama curhat kepada Tuhan, pasti timbul pertanyaan ,” curhat kepada Tuhan? Bagaimana caranya?” bagi yang belum pernah, curhat kepada Tuhan adalah curhat dengan mengutarakan isi hati/masalah yang di hadapi kepada Tuhan. Curhat ini dilakukan secara sendirian di tempat yang sepi (di utamakan tempat ibadah) dan tak boleh ada yang tahu. Kau boleh menangis, marah, galau, atau yang lain tapi tetap kau harus sadar bahwa kamu sedang curhat kepada Tuhan bukan kepada manusia karena itu, kau harus tetap fokus kepada teman curhatmu yang dalam hal ini adalah Tuhan Yang Maha Agung . Mencurahkan isi hati sambil mengAgungkan Tuhan adalah inti dari dari curhat tipe seperti  ini.

Kedua curhat kepada orang lain. Orang lain yang dimaksud disini adalah bukanlah  orang-orang yang kau percaya tapi orang-orang yang memang benar-benar dapat di percaya dan kau percaya  dalam menjaga rahasia, orang itu boleh teman dekat, sahabat,  guru, pasangan hidup atau pun yang lain. Perlu diketahui , jika ingin menggunakan metode curhat tipe ini kita harus tahu apakah orang yang kita ajak curhat ini mau berusaha mengerti dan memahami kita, karena bisa saja ketika kita curhat kepadanya , dia bukan berusaha memahami kita tapi sebaliknya, dia malah memojokkan kita atau mungkin malah memberondong kita dengan masalah-masalahnya seolah-olah dia memiliki masalah-masalah yang lebih besar dari yang kita curhatkan kepadanyadan itu sangat tak di harapkan. Lakukanlah curhat dengan orang lain ini hanya pada satu orang bukan pada sekelompok orang sekaligus, aku mengatakan seperti ini karena aku kuatir jika curhat ke pada sekelompok orang, mereka akan memberondong kalian dengan komentar-komentar mereka karena tak menutup kemungkinan dalam kelompok tersebut ada yang ingin di pandang lebih baik, terkadang oleh orang yang curhat itu sendiri atau bisa saja orang lain dalam kelompok tersebut, maka dari itu aku sangat tidak mensarankan  curhat dengan sekelompok orang.

Yang ketiga curhat dengan menulis. Mereka yang memilih curhat dengan  metodeini terkadang  dikarenakan  untuk bebarapa alasan mereka merasa cocok dengan metode ini dari pada dua metode yang saya sebutkan sebelumnya, metode ini banyak di gunakan oleh mereka yang introvert . Mereka cenderung menggunakan metode ini mungkin kerana  tak menemukan orang yang dapat mereka percayai untuk menggunakan metode curhat pada orang lain dan tak menemukan tempat sepi yang sesuai untuk menggunakan metode curhat kepada Tuhan. Mungkin alasan ini juga yang mendorong beberapa orang menulis buku harian (diary). Curhat dengan menulis dilakukan untuk masalah-masalah yang terbilang ringan dan mendadak (meskipun tidak selalu demikian).
 Sekarang metode ini semakin populer karena sudah banyak media jejaring sosial  yang dapat di gunakan untuk curhat dengan menulis. Ada perbedaan yang hampir  tak terlihat antara tulisan tujuan curhat dengan tulisan yang hanya ingin memberi tahu keadaan kita kepada orang lain. Timbul pertayaan “bukankah sama saja antara tulisan tujuan curhat dengan tujuan memberi tahu perasaan, toh sama-sama tentang perasaan dan bukankah itu inti dari curhat (perasaan)?”  jawabnya “Tidak” , ada bedanya kalau kamu mau memperhatikannya dan lagi banyaknya jejaring sosial  yang memudahkan mereka untuk menulis membuat semakin banyak yang menulis dengan tujuan memberi tahu orang lain bukan untuk curhat, jika kita sebagai pembaca tulisan, kita harus mengerti, tulisan ini ingin menyampaikan curhat atau hanya sekedar memberi tahu perasaan karena kalau tidak, kau bisa salah paham dan menyakiti hatinya.  Metode ini semakin sering di di gunakan karena tak perlu tempat yang sepi, bisa dilakukan di banyak tempat, misalnya: di taman, tempat tidur, atau mungkin di kelas .
Perlu diketahui bahwa curhat bukanlah untuk menyelesikan masalah inti yang di hadapi tapi curhat meringankan beban emosi yang menumpuk  dan mengurangi tekanan batin yang di derita dan hal itu sangat bermanfaat.
Jadi “ curhat itu perlu gak sich?” jawabnya “perlu” tapi harus ada kadar tertentu “seperti  obat aja ada kadar tertentu” dan memang curhat juga termasuk obat jadi memang harus ada kadarnya  karena  sesuatu yang berlebihan itu tidak baik serta dari ketiga metode ini pilihlah metode yang sesuai dengan dirimu dan hanya kamu sendiri yang tahu metode mana yang sesuai denganmu.



Oleh: Cipto Suhari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar